Sunday, August 25, 2013

Catatan-Catatan tentang Musik

Pertama-tama harus ditekankan bahwa membicarakan musik adalah suatu paradoks. Paradoks dalam arti, saya percaya bahwa musik adalah suatu entitas yang berada di luar bahasa. Ketika kita berupaya membicarakan musik, maka sesungguhnya hal tersebut tidak bisa betul-betul menyentuh si musik. Bahasa hanya bisa menyentuh luaran-luarannya saja. Musik adalah sesuatu yang hanya bisa kita setubuhi langsung saja untuk memahaminya. Namun juga saya percaya bahwa manusia kerap rindu untuk menangkap segala fenomena agar dapat dikurungnya dalam bahasa - meski mereka paham bahwa bahasa hanya untuk mendekati realitas saja dan bukan merepresentasikannya secara utuh -. Jadi mari kita nikmati paradoks tersebut secara asyik saja.
1. Musik dan Definisi
Bukan tanpa dasar jika mereka, para penggelut di bidang musik, entah itu komposer atau musisi, punya definisi sendiri-sendiri tentang musik. Meski mereka menyetubuhi langsung musik dalam pengalamannya, namun tetap saja ada kerinduan untuk -itu tadi- mengurung kompleksitas musik dalam bahasa. Misalnya Mazzini mengatakan tentang, "Musik adalah gema dari dunia yang tidak terlihat." Nietzsche mendefinisikannya dengan cara sesuatu yang dalam ilmu logika disebut dengan definisi tujuan, "Musik adalah sesuatu yang jika tidak ada ia, maka hidup menjadi semacam kesalahan." Guru musik saya, Venche, juga mencoba mendefinisikan, "Musik adalah anugerah Tuhan yang paling emosional." Bernstein punya definisi yang lebih puitik, "Musik dapat menamai sesuatu yang tak bernama, dan mengomunikasikan sesuatu yang sebelumnya tak dapat diketahui." Dari segelintir definisi tersebut saja setidaknya sudah dapat diketahui bahwa musik hanya bisa didekati lewat "bahasa batin". Kita tidak akan sanggup secara utuh memahami maksud Mazzini, Nietzsche, Venche ataupun Bernstein jika tidak punya pengalaman langsung bersentuhan dengan musik. 
Upaya untuk memasukkan musik dalam term-term yang objektif barangkali malah mempermiskin musik itu sendiri. Misalnya, saya akan kutip definisi musik menurut suatu sumber yang saya agak lupa -tapi semacam panduan musik untuk pemula-, "Musik adalah gabungan dari melodi, ritmik, dan harmoni yang bergabung secara utuh." Definisi yang terakhir ini agaknya lebih mudah untuk dipahami, tapi tentu saja mengesampingkan banyak sekali musik-musik yang berbasiskan melodi saja ataupun ritmik saja. Bahkan pada tingkat filosofis, kita bisa menemukan bahwa segala bebunyian pun pada dasarnya adalah musik. Pada kesimpulannya, musik barangkali bisa didekati oleh istilah-istilah yang "melampaui" realitas, atau sederhananya, bahasa puisi. Itu pula yang dilakukan Reza, seorang penikmat musik yang cukup akut, jika ia menjawab pertanyaan-pertanyaan saya mengenai musik ini dan itu. Ia pada akhirnya lebih suka untuk mengatakan, "Dengerin aja deh." Mungkin ini mengandung maksud: Tangkaplah dengan batinmu, bahasakan dengan telingamu, karena yang semacam ini tak mungkin diucap.

2. Musik dan Realitas
Kita bisa memahami bahwa karya rupa pada level tertentu bisa dinilai bagus tidaknya dari apakah dia sanggup mengimitasi realitas atau tidak. Tapi musik agaknya, pada level apapun, ia susah sekali untuk kita nilai kemiripannya dengan realitas. Artinya, secara ekstrim, musik tidak meniru sesuatu apapun dari dunia ini (yang terlihat mata). Kendatipun demikian, kita juga barangkali setuju jika musik tertentu ternyata bisa merepresentasikan sesuatu secara baik. Misalnya, dari pengalaman estetis pribadi, saya menemukan suatu kemiripan semangat antara karya sastra Also Sprach Zarathustra-nya Nietzsche dengan karya musik dengan judul yang sama oleh Richard Strauss. Musik Strauss yang diinspirasi oleh bukunya Nietzsche ini, punya representasi yang "mirip" -Tapi sekali lagi, kemiripan ini hanya bisa diwakilkan oleh bahasa batin dan bukan objektif-. Contoh lainnya adalah musik-musik dengan tempo di marchia mungkin bisa dianggap punya kemiripan semangat dengan orang-orang yang sedang memuja nasionalismenya. Contoh paling mudah untuk memahami hal ini adalah dengan melihat film. Kita bisa dengan sangat gamblang mengatakan music scoring yang baik adalah jika dia ada kesesuaian dengan adegan-adegannya dan malah memperkuat adegan itu sehingga lebih terpatri dalam ingatan (Misal: Susah sekali untuk melepaskan dari ingatan bagaimana suara terompet dalam karya Nino Rota tergabung dalam adegan pembuka ketika Don Vito Corleone duduk di kursi kekuasaannya dalam film The Godfather).
Namun asumsi ini juga bisa dibantah dengan cara: Bisakah representasi itu dikonstruksi saja? Misalnya, apakah bisa jika adegan dalam film The Godfather itu kita ganti dengan musiknya Charlie Parker, ia tetap merepresentasikan? Atau sesungguhnya representasi itu hanya ada dalam kepala kita saja? Contoh menarik lainnya ada pada bagaimana saya mendengarkan musik-musik dari Joe Satriani yang tidak berlirik dan hanya mengandalkan kekuatan melodi gitarnya saja. Kalimat-kalimat melodis ini kemudian ia beri judul macam-macam mulai dari The Extremist, Crystal Planet, Surfing with The Alien, ataupun Crushing Day. Awal mulanya saya memuja Satriani karena ada kecocokan antara melodi gitar, judul, dengan fenomena asalinya. Tapi lama-lama saya menyadari bahwa judul-judul itu bisa saja diganti oleh apapun dan kita tetap merasa cocok oleh sebab representasi barangkali hanya terjadi dalam kepala kita. 
Namun jika musik kemudian tidak merepresentasikan apapun, tentu saja musik menjadi tidak seperti apa yang Bernstein katakan sebagai "mengomunikasikan apa yang tidak diketahui". Agaknya representasi lewat musik ini memasuki pengalaman kita tidak lewat perangkat-perangkat yang sifatnya kognitif, melainkan langsung mengomunikasikan diri ke "ketergugahan perasaan". Artinya -saya harus menggunakan bahasa batin disini- barangkali segala realitas di dunia ini pada level sekecil apapun, punya "aspek musikal"-nya sendiri yang kemudian diterjemahkan menjadi musik. Ini persis kasusnya seperti bagaimana orang kulit hitam menciptakan blues dalam suasana ketertindasan. Perasaan-perasaan kesenduan itu juga muncul ketika kita juga mendengarkan musik blues (meski belakangan muncul blues muncul dalam versi yang lebih cepat dan riang, tapi kita tidak bisa menampik bahwa blue note yang muncul dari melodi blues punya efek murung yang kuat). Musik pop yang pro-pasar rata-rata menggunakan teknik representasi ini dengan menipu lewat penggunaan lirik. Lirik bagaimanapun merepresentasikan realitas lewat jalur kognitif - bukan dengan cara musik "berbicara"- Kita tidak tahu apakah lagu Makhluk Tuhan Paling Seksi itu mampu merepresentasikan realitas secara musikal atau lirikal? Tapi sebaliknya, Humoresque-nya Dvorak, meski tanpa lirik, apakah bisa kita merasakan ada komedi dalam unsur-unsur musiknya?

3. Musik dan Spiritualitas
Berikutnya adalah pertanyaan: Apakah musik bisa mengangkat kesadaran seseorang hingga pada level yang transenden? Jawabannya tentu saja bisa. Meski demikian, ada fakta bahwa dalam aliran-aliran keagamaan tertentu, penggunaan musik ini menjadi pro dan kontra. Ada yang menggunakannya sebagai alat bantu dalam beribadah, ada juga yang melarangnya sama sekali (Saya bahkan pernah didemonstrasi oleh anak-anak pesantren karena membiarkan perempuan menyanyi di kelas). Ada yang mengatakan bahwa musik memang transenden, tapi jenis transendensinya adalah palsu (Transendensi via musik adalah sesuatu yang tidak mengarah pada Tuhan). Namun ini adalah perdebatan panjang dan tidak pernah selesai terutama jika dikaitkan dengan definisi Tuhan itu sendiri. Agaknya Tuhan dalam agama-agama tertentu tidak mencitrakan dirinya sebagai "entitas yang musikal" sehingga mereka lebih baik didekati secara kognitif (hitung-hitungan ibadah) dan bukan oleh perasaan-perasaan yang emosional. Maka itu bisa dimengerti kekecewaan Nietzsche pada Tuhan-Tuhan Semit lewat ungkapannya, "Aku hanya akan percaya Tuhan yang bisa menari."  Inilah kerinduan Nietzsche pada "Tuhan musikal".
Agaknya dari perdebatan tersebut musik justru menunjukkan keunggulannya: Ia menangkap spirit transendensi Tuhan; Ia menangkap "esensi musikal" dari Tuhan. Maksudnya, musik tertentu semacam yang digarap Alice Coltrane, John Mclaughlin atau Nusrat Fateh Ali Khan misalnya, punya tendensi untuk menangkap monad-monad Ketuhanan. Tidak usah jauh-jauh sebenarnya, musik yang kita curigai "sekuler" seperti dari The Beatles ataupun Bob Dylan, punya nilai spiritualitas yang hanya bisa dihasilkan secara khas oleh musik. Singkat kalimat, musik memberikan suatu kesadaran transenden yang lain sama sekali dengan apa yang dimaksudkan oleh agama-agama. Namun ia tetap mewakili suatu perasaan emosional seperti halnya pengalaman religius seseorang yang begitu dalam dan pribadi. Kesamaan-kesamaan ini seharusnya disyukuri oleh agama-agama dan bukannya dijauhi sebagai bentuk kekufuran.

Beberapa kata bijak para musisi dunia

1. Kurt Cobain (Nirvana)
“I just can’t believe that anyone would start a band just to make the scene and be cool and have chicks. I just can’t believe it.”
(Gw gak bisa percaya kalo ada orang yang memulai bikin band hanya karena ingin bikin film, jadi keren dan punya banyak cewek. Gw hanya gak bisa percaya itu)
Motivasi dia utk bikin band dan bermusik bukanlah untuk itu. Musik bagi dia adalah sarana untuk menyampaikan apa yang dia fikir dan rasa. Media untuk bisa menyampaikan pesan. Bukan untuk jadi beken yang dia cari. Mungkin karena itu dia mengakhiri hidupnya, karena tidak bisa mengatasi efek dari popularitas yang begitu mengganggu jiwanya.
2. Keith Richards (The Rolling Stones)
“To make a rock’n’roll record, technology is the least important thing.”
(Untuk bikin rekaman rock n roll, tekhnologi adalah hal penting yang terakhir.)
Tekhnologi hanya sarana pendukung saja, hal yang utama menurut si mbah ini dalam membuat rekaman rock n roll adalah jiwa yang lepas, yang bisa menyampaikan isi hati dan pikiran.
3.Jon Bon Jovi (Bon Jovi)
“I could never quite understand cocaine, you cant get a hard on, you cant sleep and you grind your teeth, what the fuck is good about that?
(Gw gak pernah bisa ngerti ama kokain, lw gak bisa ngaceng, lw gak bisa tidur, terus lw menggerus gigi lw sendiri. Apanya yang bagus dengan itu sih?”)
Pantas aja The Dance Company pengen jadi kayak rock star yang satu ini. Dia emang terkenal bersih dan anak manis di dunia rock n roll yang slengean ini.
4. James Hetfield (Metallica)
Metallica fans sided with Napster because theyre lazy bastards and they want everything for free, I like playing music because its a good living and I get satisfaction from it but I cant feed my family with satisfaction.
(Fans Metallica berpihak pada Napster karena mereka ** SENSOR ** yang pemalas dan mereka ingin semuanya gratis. Gw suka bermusik karena ini adalah kehidupan yang baik dan gw dapat kepuasan dari ini. Tapi gw gak bisa kasih makan keluarga gw hanya dari kepuasan aja.)
Metallica bermasalah dengan Napster, perusahaan musik online, yang memungkinkan lagu2 Metallica bisa diunduh bebas. Intinya adalah, sebagai seniman yang hak ciptanya dilindungi, mereka ingin mendapat apresiasi yang setimpal, tidak mau dibajak begitu aja seenaknya. .
5 Axl Rose (Guns n Roses)
Life sucks, but in a beautiful kind of way.
(Kehidupan ini menyebalkan, tapi dengan jalannya yang indah)
Yaaa… namanya juga hidup. Ada senangnya ada sedihnya, ada manisnya ada asemnya juga. Semua ini menjadikan hidup kita dalam suatu dinamika yang indah. Problem menjadikan hidup lebih hidup. Gak usah patah arang kalo lagi dalam situasi yang ruwet…
6.Jimi Hendrix
“Knowledge Speaks, but Wisdom Listen.”
(Yang pinter ngomong, yang bijak mendengar)
Orang-orang yang pintar akan banyak berbicara karena pengetahuannya, tapi orang yang bijak akan mendengarkan. Para anggota dewan akan selalu berbicara, atas nama rakyat. Tapi apa benar mereka mendengarkan kita?
7.John Lennon (The Beatles)
‘The More I See, The Less I Know”
(Semakin banyak yang gw liat, semakin sedikit yang gw tahu.)
Pengetahuan itu tidak ada batasnya. Semakin banyak yang kita lihat, dengar dan rasakan bukan berarti kita makin pintar. Justru kita akan sadar, bahwa sebenarnya semakin banyak yang kita belum tahu dari dunia ini.TRN
8.Jim Morrison - The Doors
“Some of the worst mistakes of my life have been haircuts.”
Indonesianya: “Beberapa kesalahan terburuk dalam hidupku mungkin adalah gaya rambutku”
Pelajaran yang bisa diambil: Sesuatu yang kecil dapat mengubah keadaan semuanya, jadi jangan pernah hiraukan hal sekecil apapun! Jim Morrison - The Doors
9.Elvis Presley.
“I dont know anything about music. In my line (of work) you dont have to”
Indonesianya: “Sebenarnya aku tidak tahu apapun tentang musik. Di cara kerjaku, kau tidak butuh tau itu”
Pelajaran yang bisa diambil: Jangan takut untuk mencoba hal baru, siapa tahu kamu memang berbakat di bidang itu

Saya mungkin seorang musisi

Saya mungkin akan menjadi seorang musisi. Karena saya sering berpikir tentang musik. Saya sering melamun dalam musik. Saya memahami hidup saya dalam musik.

"I would probably be a musician. Because I often think in music. I live my daydreams in music. I see my life in terms of music."

Kata bijak Musik

Musik Adalah...

Musik adalah tindakan sosial komunikasi di antara orang, ada sikap persahabatan yang terkuat.

Music is the social act of communication among people, a gesture of friendship, the strongest there is.

Musik Dan Sepakbola...

Musik itu penting. Sepak bola adalah bagian yang mudah. 

Music was important. Football was the easy part.

Musik Adalah Komunikasi...

Orang membuat musik untuk mendapatkan reaksi. Musik adalah komunikasi.

People make music to get a reaction. Music is communication.

Mendengar

Mendengarkan adalah kunci untuk segala sesuatu yang baik dalam musik.

Listening is the key to everything good in music.

Musik Dan Bahasa...

Instrumental musik dapat menyebarkan bahasa internasional.

Instrumental music can spread the international language.

Musik Dan Emosi...

Musik adalah singkatan dari emosi.

Music is the shorthand of emotion.

Musik Untuk Telinga...

Saya tidak membuat musik untuk mata. Saya membuat musik untuk telinga.

I don’t make music for eyes. I make music for ears.

Musik...

Musik di dalam jiwa dapat didengar oleh alam semesta.

Music in the soul can be heard by the universe.

Makanan Cinta...

Jika musik menjadi makanan cinta, mainkan.

If music be the food of love, play on.

Musik dan Hidup...

Tanpa Music, hidup akan menjadi sebuah kesalahan

Without music, life would be a mistake.

Mengenal Bermacam-macam aliran musik di dunia

Genre Musik adalah pengelompokan musik sesuai dengan kemiripannya satu sama lain. Musik juga dapat dikelompokan sesuai dengan kriteria lain, misalnya geografi. Sebuah genre dapat didefinisikan oleh teknik musik, gaya, konteks, dan tema musik.



Alternative Rock

Alternative Rock adalah aliran musik rock yang muncul pada tahun 1980-an dan menjadi sangat populer di tahun 1990. Nama “alternatif” ditemukan pada tahun 1980 untuk mendeskripsikan band-band punk rock yang tidak sesuai dengan aliran punk rock pada masanya. Sebagai jenis musik yang spesifik, rock alternatif mempunyai sub-aliran yang bervariasi, dari musik indie yang bermulai pada tahun 1980 dan menjadi populer pada tahun 1990; seperti indie rock, grunge, gothic rock, dan college rock. Aliran-aliran tersebut terkonsolidasi dengan ciri khasnya masing-masing.
Walaupun aliran alternatif terhitung sebagai aliran rock, tapi beberapa sub-alirannya terpengaruh oleh musik rakyat, reggae, musik elektronik, dan jazz. Dalam periode tertentu, istilah rock alternatif digunakan untuk menyebut musik rock dari band underground pada tahun 1980an, punk rock (termasuk punk itu sendiri), dan untuk musik rock itu sendiri pada tahun 1990an dan 2000an.
Contoh Band yang menggunakan genre Alternative Rock: Nirvana

Blues

Blues adalah sebuah aliran musik vokal dan instrumental yang berasal dari Amerika Serikat (AS).
Musik blues berangkat dari musik-musik spiritual dan pujian yang muncul dari komunitas mantan budak-budak Afrika di AS. Penggunaan blue note dan penerapan pola call-and-response (di mana dua kalimat diucapkan/dinyanyikan oleh dua orang secara berurutan dan kalimat keduanya bisa dianggap sebagai “jawaban” bagi kalimat pertama) dalam musik dan lirik lagu-lagu blues adalah bukti asal usulnya yang berpangkal di Afrika Barat. Di era kini banyak Blues Lovers lahir. Mereka menyimak, belajar, menulis, memainkan, dan bikin album.
Musik blues mempunyai pengaruh yang besar terhadap musik populer Amerika dan Barat yang baru, seperti dapat terlihat dalam aliran ragtime, jazz, “blues rock”, “electric blues”, bluegrass, rhythm and blues, rock and roll, hip-hop, dan country, “reggae”, serta musik rock konvensional.
Contoh yang menggunakan genre Blues : (Alm)Ray Charles

Classical

Genre Classical merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.
Sejarah musik classical Barat
Contoh orang yang menggunakan Genre Classical : Mozart

Country

Genre Country adalah campuran dari unsur-unsur musik Amerika yang berasal dari Amerika Serikat Bagian Selatan dan Pegunungan Appalachia. Musik ini berakar dari lagu rakyat Amerika Utara, musik kelt, musik gospel, dan berkembang sejak tahun 1920-an. Istilah musik country mulai dipakai sekitar tahun 1940-an untuk menggantikan istilah musik hillbilly yang berkesan merendahkan. Pada tahun 1970-an, istilah musik country telah menjadi istilah populer. Istilah lain untuk genre musik ini adalah country and western, namun sudah semakin jarang dipakai kecuali di Britania Raya dan Irlandia.
Contoh orang yang menggunakan Genre Country: Taylor Swift

Easy Listening

Easy Listening merupakan genre yang gampang didengar oleh para pendengar musik. Biasanya Genre ini biasa dimainkan oleh Band-Band Indonesia. Easy Listening memiliki arti gampang didengar, berarti di Lagu yang ber genre Easy Listening memiliki Lirik yang mudah dihafalkan dan nada yang Slow.
Contoh Band yang menggunakan Genre Easy Listening : Ten2Five

Rock

Genre Rock adalah genre musik populer yang mulai diketahui secara umum pada pertengahan tahun 50an. Akarnya berasal dari rhythm and blues, musik country dari tahun 40 dan 50-an serta berbagai pengaruh lainnya. Selanjutnya, musik rock juga mengambil gaya dari berbagai musik lainnya, termasuk musik rakyat (folk music), jazz dan musik klasik.
Bunyi khas dari musik rock sering berkisar sekitar gitar listrik atau gitar akustik, dan penggunaan back beat yang sangat kentara pada rhythm section dengan gitar bass dan drum, dan kibor seperti organ, piano atau sejak 70-an, synthesizer. Disamping gitar atau kibor, saksofon dan harmonika bergaya blues kadang digunakan sebagai instrumen musik solo. Dalam bentuk murninya, musik rock “mempunyai tiga chords, bakcbeat yang konsisten dan mencolok dan melody yang menarik”.
Pada akhir tahun 60-an dan awal 70-an, musk rock berkembang menjadi beberapa jenis. Yang bercampur dengan musik folk (musik daerah di amerika) menjadi folk rock, dengan blues menjadi blues-rock dan dengan jazz, menjadi jazz-rock fusion. Pada tahun 70an, rock menggabungkan pengaruh dari soul, funk, dan musik latin. Juga di tahun 70an, rock berkembang menjadi berbagai subgenre (sub-kategori) seperti soft rock, glam rock, heavy metal, hard rock, progressive rock, dan punk rock. Sub kategori rock yang mencuat ditahun 80an termasuk New Wave, hardcore punk dan alternative rock. Pada tahun 90an terdapat grunge, Britpop, indie rock dan nu metal.
Contoh Band yang menggunakan Genre Rock : My Chemical Romance

Rap

Rap adalah salah satu unsur musik hip-hop. Rap merupakan teknik vokal yang berkata-kata dengan cepat, sementara pelakunya disebut rapper. Biasanya, rap diiringi oleh DJ maupun sebuah band.
Biasanya, rapper seperti penyanyi biasa, yaitu bernyanyi solo. Contohnya adalah Xzibit dan Jay-Z. Ada pula rapper yang menjadi anggota band, misalnya Mike Shinoda dari Linkin Park. Umumnya, rapper berkulit hitam karena banyak rapper berasal dari daerah pinggiran. Di antara sedikit rapper yang berkulit putih adalah Eminem dan Sean Paul. Rapper sering disebut pula dengan MC (Master of Ceremony).
Contoh orang yang menggunakan genre Rap : Igor Saykoji

Jazz

Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan CafJazz.
Contoh orang yang menggunakan Genre Jazz : Bob James

Death Metal

Death metal adalah sebuah sub-genre dari musik heavy metal yang berkembang dari thrash metal pada awal 1980-an. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yang bertemakan kekerasan atau kematian, ritme gitar rendah (downtuned rhythm guitars), perkusi yang cepat, dan intensitas dinamis. Vokal biasanya dinyanyikan dengan gerutuan (death grunt) atau geraman maut (death growl). Teknik menyanyi seperti ini juga sering disebut “Cookie Monster vocals”.
Contoh Band yang menggunakan Genre Death Metal : The Berzerker

J-Pop

J-pop adalah istilah yang digunakan untuk musik populer Jepang yang memasuki arus utama musik Jepang pada tahun 1990-an. Istilah J-pop digunakan untuk membedakannya dari enka dan musik rakyat min’yo. “J-pop” modern berakar dari musik tahun 1960-an seperti yang dimainkan The Beatles,dan menggantikan kayokyoku (musik pop Jepang hingga 1980-an) dalam dunia musik Jepang. Istilah J-pop diciptakan media massa Jepang untuk membedakannya dari musik asing, dan sekarang merujuk kepada hampir semua musik populer di Jepang. Menurut data tahun 2006 dari International Federation of the Phonographic Industry, industri musik Jepang memiliki industri musik terbesar nomor dua di dunia, dan hanya berada di bawah Amerika Serikat.
Contoh kelompok yang menggunakan Genre J-Pop : Arashi

New Age

Music New Ages adalah sebuah aliran music yang mampu memberikan sebuah salah satu pengalaman sbb: positif,relaks,insipirasi,nyaman,semangat,ada unsur kebudayaan
oleh sebab itu tidaklah heran kalau kita bisa menyukai sebuah music new ages dengan bahasa yang sama sekali kita tidak mengerti, atau sebuah lagu yang sudah diciptakan beratus2 tahun yang lalu yang mungkin hanya dicipakan dengan alat music dan suara vokal seadanya
Music adalah ekspresi dari jiwa.
Mungkin anda yang pernah mendengar lagu new ages pasti sangat mengerti kenapa anda bisa mencintai music ini.
Contoh Orang yang menggunakan Genre New Age : Paul Schwartz

R&B

R&B adalah genre musik populer yang menggabungkan jazz, gospel, dan blues, yang pertama kali diperkenalkan oleh pemusik Afrika-Amerika. Pada tahun 1948, perusahaan rekaman RCA Victor memasarkan musik kaum kulit hitam yang disebut Blues and Rhythm. Pada tahun yang sama, Louis Jordan mendominasi lima besar tangga lagu R&B dengan tiga lagu, dan dua dari lagunya berdasar pada ritme boogie-woogie yang terkenal pada tahun 1940-an. Band Jordan, Tympany Five (1938) terdiri dari dirinya sebagai vokal dan pemain saksofon beserta musisi-musisi lain sebagai pemain trompet, saksofon tenor, piano, bas, dan drum.Istilah ini pertama kali dipakai sebagai istilah pemasaran dalam musik di Amerika Serikat pada tahun 1947 oleh Jerry Wexler yang bekerja pada majalah Billboard. Istilah ini menggantikan istilah musik ras dan kategori Billboard Harlem Hit Parade pada Juni 1949. Tahun 1948, RCA Victor memasarkan musik kulit hitam dengan nama Blues and Rhythm. Frasa tersebut dibalik oleh Wexler di Atlantic Records, yang menjadi perusahaan rekaman yang memimpin bidang R&B pada tahun-tahun awal.
Contoh Orang yang menggunakan genre R&B : Justin Timberlake

J-Rock

J-Rock atau Japanese rock digunakan untuk menyebut genre musik rock yang ada di Jepang.
Aliran musik J-Rock menjadi populer di Indonesia berkat kepopuleran penayangan anime di televisi dengan lagu tema (soundtrack) yang dibawakan penyanyi dan kelompok musik Jepang.Sejarah J-Rock dimulai tahun 1957 dengan dikenalnya musik rock di Jepang bersamaan dengan puncak kepopuleran rockabilly yang merupakan salah satu gaya rock ‘n’ roll.
Rockabilly yang dimulai di berbagai kelab jazz melahirkan penyanyi rockabilly seperti Mickey Curtis, Masaaki Hirao, dan Keijiro Yamashita. Pada bulan Februari 1958, ketiganya tampil dalam konser Westan Kanibaru I (Western Carnival I) di gedung pertunjukan bernama Nihon Gekijo, Tokyo.
Di akhir dekade 1950-an, kepopuleran rockabilly yang mulai surut digantikan era Kaba Popsu (cover pops) yang terdiri dari berbagai jenis musik. Di antara tokoh cover pops terdapat musisi seperti Yuya Uchida dan Isao Bito yang berakar pada genre rockabilly. Selain itu, cover pops dengan gaya Liverpool Sound lahir mengikuti kepopuleran grup-grup musik seperti The Beatles di sekitar tahun 1963.
Contoh Band Yang menggunakan Genre J-rock : Flow & J-Rocks

Reggae

Reggae merupakan irama musik yang berkembang di Jamaika. Reggae mungkin jadi bekas di perasaan lebar ke menunjuk ke sebagian terbesar musik Jamaika, termasuk Ska, rocksteady, dub, dancehall, dan ragga. Barangkali istilah pula berada dalam membeda-bedakan gaya teliti begitu berasal dari akhir 1960-an. Reggae berdiri di bawah gaya irama yang berkarakter mulut prajurit tunggakan pukulan, dikenal sebagai “skank”, bermain oleh irama gitar, dan pemukul drum bass di atas tiga pukulan masing-masing ukuran, dikenal dengan sebutan “sekali mengeluarkan”. Karakteristik, ini memukul lambat dari reggae pendahuluan, ska dan rocksteady.
Contoh Band yang menggunakan genre Reggae : Steven And Coconut Treez

Techno

Genre Techno adalah aliran Musik yang menggunakan tema futuristik. Musik Techno juga dipakai di Club-Club malam dan biasanya Musik ini dimainkan oleh seorang DJ. Musik ini tidak dimainkan dengan alat musik tradisional seperti Gendang, Gitar, Sasando, dll. Dia menggunakan alat musik Digital seperti Dj Maker yang biasa dipakai untuk me-remix musik yang sudah ada menjadi musik yang bertema Futuristik.
Contoh orang yang menggunakan Genre Techno: Daft Punk

World

Dunia musik adalah istilah umum untuk kategori musik global, seperti musik tradisional atau musik rakyat dari sebuah budaya yang diciptakan dan dimainkan oleh musisi adat dan erat terkait dengan musik dari daerah asal mereka. Genre ini biasanya lebih mengandung lagu-lagu rakyat yang sangat lama, Misalnya Sekitar 0-800 Masehi bahkan bisa sebelum Masehi
Contoh Orang yang menggunakan genre World : Aeson

Dangdut

Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.
Penyebutan nama “dangdut” merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.
Contoh orang yang menggunakan Genre Dangdut: Rhoma Irama

SEJARAH MUSIK DUNIA

Sejak abad ke-2 dan abad ke-3 sebelum Masehi, di Tiongkok da Mesir ada musik yang mempunyai bentuk tertentu. Dengan mendapat pengaruh dari Mesir dan Babilon, berkembanglah musik Hibrani yang dikemudian hari berkembang menjadi musik Gereja. Musik itu kemudian disenangi oleh masyarakat, karena adanya pemain-pemain musik yang mengembara serta menyanyikan lagu yang dipakai pada upacara Gereja. Musik itu tersebar di seluruh Eropa kemudian tumbuh berkembang, dan musik instrumental maju dengan pesat setelah ada perbaikan pada alat-alat musik, misalnya biola dan cello. Kemudian timbulah alat musik Orgel. Komponis besar muncul di Jerman, Prancis, Italia, dan Rusia. Dalam abad ke 19, rasa kebangsaan mulai bangun dan berkembang. Oleh karena itu perkembangan musik pecah menurut kebangsaannya masing-masing, meskipun pada permulaannya sama-sama bergaya Romantik. Mulai abad 20, Prancis menjadi pelopor dengan musik Impresionistis yang segera diganti dengan musik Ekspresionistis.

A.Perkembangan Musik Dunia
Musik sudah ada sejak Zaman purbakala dan dipergunakan sebagai alat untuk mengiringi upacara-upacara kepercayaan. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad pertengahan,disebabkan terjadinya perubahan keadaan dunia yang makin meningkat. Musik tidak hanya dipergunakan untuk keperluan keagamaan, tetapi dipergunakan juga un tuk urusan duniawi
PERKEMBANGAN MUSIK DUNIA TERBAGI DALAM ENAM ZAMAN :
1.Zaman Abad Pertengahan
Zaman Abad Pertengahan sejarah kebudayaan adalah Zaman antara berakhirnya kerajaan Romawi (476 M) sampai dengan Zaman Reformasi agama Kristen oleh Marthen Luther (1572M). perkembangan Musik pada Zaman ini disebabkan oleh terjadinya perubahan keadaan dunia yang semakin meningkat, yang menyebabkan penemuan-penemuan baru dalam segala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Perubahan dalam sejarah musik adalah bahwa musik tedak lagi dititikberatkan pada kepentingan keagamaan tetapi dipergunakan juga untuk urusan duniawi, sebagai sarana hiburan.
Perkembangan selanjutnya adalah adanya perbaikan tulisan musik dan dasar-dasar teori musik yang dikembangkan oleh Guido d’ Arezzo (1050 M)
Musik dengan menggunakan beberapa suara berkembang di Eropa Barat. Musik Greogrian disempurnakan oleh Paus Gregorius.
Pelopor Musik pada Zaman Pertengahan adalah :
1. Gullanme Dufay dari Prancis.
2. Adam de la halle dari Jerman.
2. Zaman Renaisance (1500 – 1600)
Zaman Renaisance adalah zaman setelah abad Pertengahan, Renaisance artinya Kelahiran Kembali tingkat Kebudayaan tinggi yang telah hilang pada Zaman Romawi. Musik dipelajari dengan cirri-ciri khusus, contoh nyanyian percintaan, nyanyian keperwiraan. Sebaliknya musik Gereja mengalami kemunduran. Pada zaman ini alat musik Piano dan Organ sudah dikenal, sehingga munculah musik Instrumental. Di kota Florence berkembang seni Opera. Opera adalah sandiwara dengan iringan musik disertai oloeh para penyanyinya.
Komponis-komponis pada Zaman Renaisance diantaranya :
1. Giovanni Gabrieli (1557 – 1612) dari Italia.
2. Galilei (1533 – 1591) dari Italia.
3. Claudio Monteverdi (1567 – 1643) dari Venesia.
4. Jean Baptiste Lully (1632 – 1687) dari Prancis.
3. Zaman Barok dan Rokoko
Kemajuan musik pada zaman pertengahan ditandai dengan munculnya aliran-aliran musik baru, diantaranya adalah aliran Barok dan Rokoko. Kedua aliran ini hamper sama sifatnya, yaitu adanya pemakaian Ornamentik (Hiasan Musik). Perbedaannya adalah bahwa musik Barok memakai Ornamentik yang deserahkan pada Improvisasi spontan oleh pemain, sedangkan pada musik Rokoko semua hiasan Ornamentik dicatat.
Komponis-komponis pada Zaman Barok dan Rokoko :
A. Johan Sebastian Bach
Lahir tanggal 21 Maret 1685 di Eisenach Jerman, meninggal tanggal 28 Juli 1750 di Lipzig Jerman. Hasil karyanya yang amat indah dan terkenal:
1. St. Mathew Passion.
2. Misa dalam b minor.
3. 13 buah konser piano dengan orkes
4. 6 buah Konserto Brandenburg
Gubahan-gubahannya mendasari musik modern. Sebastian Bach menciptakan musik Koral (musik untuk Khotbah Gereja) dan menciptakan lagu-lagu instrumental.
Pada akhir hidupnya Sebastian Bach menjadi buta dan meninggal di Leipzig
B. George Fredrick Haendel
Lahir di Halle Saxony 23 Februari 1685 di London, meninggal di London tanggal 14 April 1759. Semasa kecilnya dia sudah memperlihatkan bekat keahlian dalam bermain musik. Pada tahun 1703,ia pindah ke Hamburg untuk menjadi anggaota Orkes Opera. Tahun 1712 ia kembali mengunjungi Inggris. Hasil ciptaannya yang terkenal adalah ;
1. Messiah, yang merupakan Oratorio (nama sejenis musik) yang terkenal.
2. Water Musik (Musik Air).
3. Fire Work Music (Musik Petasan).
Water Musik dan Fire Work Music merupakan Orkestranya yang paling terkenal. Dia meninggal di London dan dimakamkan di Westminster Abbey.
4. Zaman Klasik 91750 – 1820)
Sejarah musik klasik dimukai pada tahun 1750, setelah berakhirnya musik Barok dan Rokoko.
Ciri-ciri Zaman musik Klasik:
a. Penggunaan dinamika dari Keras menjadi Lembut, Crassendo dan Decrasscendo.
b. Perubahan tempo dengan accelerando (semakin Cepat) dan Ritarteando (semakin lembut).
c. Pemakaian Ornamentik dibatasi
d. Penggunaan Accodr 3 nada.